Berkompetisi ASG Melalui Fotografi dan Videografi

SMK FRANSISKUS 1 BERKOMPETISI ASG MELALUI FOTOGRAFI DAN VIDEOFRAFI DI UNIVERSITAS KATOLIK ATMA JAYA-JAKARTA

IMG_20160307_195137 [3011810]Sekolah-sekolah Katolik merupakan media pewartaan kabar sukacita Injil. Dalam pewartaan sukacita itu, lembaga Katolik menawarkan dan berusaha mengajarkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan dalam perspektif Ajaran Sosial Gereja (ASG). Meskipun dalam kenyataan bahwa sekolah Katolik tidak hanya mendidiksiswa/i Katolik, melainkan siswa/i dari beberapa latar belakang agama yang berbeda. Hal ini tidak menyurutkan sekolah Katolik dalam mewartakan dan menghidup nilai-nilai yang diajarkan oleh Gereja melalui ASG.

Untuk memperdalam dan memperluas khasana makna ASG, SMK Fransiskus 1 turut berpartisipasi bersama sekolah-sekolah lain untuk mengikuti workshop ASG yang diselenggarakan oleh Pendikat Atma Jaya Jakarta. SMK Fransiskus 1 mengirim utusan dan bergabung dengan 7 sekolah lain yakni SMA St. Theresia Menteng-Jakarta Pusat, SMK Assisi Tebet-Jakarta Selatan, SMA Katolik Ricci II Bintaro-Jakarta Selatan, SMA Laurensia Tangerang-Banten, SMK St. Maria Juanda Jakarta Pusat,  SMA Budi Mulia Bogor-Jawa Barat, dan SMA Strada III Tanjung Priok- Jakarta Utara.

SMK Fransiskus 1, mengikuti dua kompetisi tersebut, yaitu lomba foto dan video tentang Ajaran Sosial Gereja. Kompetisi, pada hari Sabtu 5 Maret 2016 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sudah dimulai setahun lalu yaitu pada tanggal 5 – 7 November 2015, peserta darei delaman sekolah itu diberi pemahaman ASG oleh Tim Animasi dari Komisi JPIC-OFM Indonesia dalam kerja sama dengan Pendikat-Atma Jaya-Jakarta. Ada pun tema-tema yang didalami bersama terkait workshop ASG saat itu dengan focus pada aspek ekologi, kemiskinan, keadilan dam komunikasi. Selama workshop itu, peserta diberi kesempatan untuk mengadakan riset kecil, di mana mereka dibagi ke dalam emapat kelompok dan pergi mengunjungi pasar, mall, rumah sakit, bertemu tukang sapu di jalan dan sebagainya di sekitar daerah Jakarta Selatan. Dalam kunjungan mereka mewawancarai narasumber dan mengamati atau melihat secara langsung realita yang terjadi sesuai dengan tema ASG yang telah didalami dan dipelajari. Temuan-temuan itu didalami dalam kelompok dan dipresentasikan dalam forum. Peserta mulai semakin mendalami dan memahami makna dari ASG. Peserta dapat mengasah kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Selain itu, Pendikat Atma Jaya juga masih memberikan pelatihan lanjut yaitu keterampilan fotografi dan videografi. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 13-14 November 2015. Peserta mendapat ilmu dan teknik-teknik fotografi dari fotografer terkenal di media Kompas yaitu Bpk. Arbain Rambey.Sedangkan videografi diberikan oleh Bpk. Aleks Ginting yang sudah makan garam dalam dunia pembuatan video dokumenter.

Berbekal workshop dan keterampilan yang telah diberikan, peserta diberikan waktu yang cukup lama untuk mengemas dan mengkaji berbagai keprihatinan realitas sosial di sekitar Jakarta dan Bogor. Para peserta (masing-masing tim) mempersiapkan karya-karya berupa foto esai dan video yang dikumpulkan ke panitia Pendikat-Atma Jaya, pada tanggal 30 Januari 2016. Pada tanggal 19 Februari 2016, panitia menyeleksi karya-karya yang masuk nominasi dan siap untuk diperlombakan.

Acara puncak diselenggarakan pada Sabtu, 5 Maret 2016 di Kampus Atma Jaya-Jakarta. Dalam acara puncak tersebut, Ibu Yap Fu Lan, Dosen Prodi Pendikat Atmajaya, selaku ketua panitia, mengatakan, ada dua alasan penting yang mendorong Pendikat Atma Jaya menyelenggarakan kegiatan ini: Pertama, banyak anak muda Katolik yang belum mengenal sama sekali ASG. Katanya, Ibu Liria Cahaya, Dosen pada Pendikat Atmajaya Jakarta, pernah melakukan penelitian terkait hal itu. Hasilnya sungguh memprihatinkan, di mana anak-anak-remaja (kaum muda) Katolik umumnya belum kenal apa itu ASG dan kedua, anak muda saat ini ini seringkali dianggap sebagai korban perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.“Melalui kegiaan ini kita ingin menjadikan mereka sebagai pelaku yang juga bisa menyatakan pendapatnya di media sosial,” katanya.“Saat ini media menjadi bahasa anak-anak muda. Kita ingin menggali potensi mereka untuk memiliki pandangan kritis terkait fenomen yang terjadi di sekitar mereka,” lanjut Yap Fu lan.Ia menyebut anak muda sebagai Net Generation (NetGen). “Media merupakan bahasa mereka. Media menjadi alat mereka untuk menyampaikan aspirasi-aspirasinya” katanya.Dengan bekal teori dan pemahaman ASG, peserta diharapkan untuk menjadi agen perubahan seperti dirumuskan dalam sub tema kegiatan hari itu; Net-Gen Agent of Change.

Sementara itu, Mateus Beny Mite, Ketua Prodi Pendikat Universitas Atma Jaya mengajak peserta untuk memanfaatkan media, berupa foto-foto yang berkisah dan juga video yang cerdas, untuk mewartakan kabar gembira-sukacita sejati kepada masyarakat.“Kita hadir di sini sebagai orang-orang yang berani dan peduli terhadap masalah-masalah sosial seperti masalah kemiskinan, keadilan, dan kelestarian lingngkungan hidup adalah sesuai dengan iman kita. Kemiskinan serta ketidakadilan menyusahkan orang untuk bertumbuh sesuai dengan imannya”.

Kurang lebih tiga bulan peserta mengemas karya untuk disertakan dalam kompetisi ini. Setiap SMA atau SMK membentuk dua tim, ada tim foto dua orang dan tim video tiga orang. Pagi hingga siang itu hasil karya mereka dipresentasikan dan dinilai oleh dewan juri. Akhirnya, kejuaraan foto esai dan video ASG diumumkan. Peringkat I untuk esai foto diraih oleh SMK Assisi, disusul SMK Ricci II dan SMK Strada III yang meraih peringkat III.

Untuk lomba video, juara pertama dimenangkan oleh SMK St. Theresia dengan video bertema ‘Komunikasi’. Aspek perjumpaan langsung ditonjolkan dalam video sambil mengkritik kecenderungan untuk melekat begitu kuat dengan gadget sampai-sampai lupa orang-orang di sekitar.Juara II diraih oleh SMA Budi Mulia dengan tema ekologi. Kelompok ini mengambil inspirasi dari Ensiklik ‘Laudato Si’ Paus Fransiskus. Sementara SMK St. Fransiskus I meraih peringkat III dengan judul video ‘Hati yang Sempurna’. Mereka menyoroti sosok Oma Gina yang melayani dengan tulus ikhlas di Rumah Singgah St. Antonius Padua, Jakarta Pusat. Mari kita berkompetisi dan terus mengasah kepekaan dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan di sekitar kita. Kehidupan kita terajut dan berkembang karena adanya sikap saling menlengkapi satu dengan yang lain. SMK Fransiskus 1 terus berjuang untuk mewujudkan cita-citamu. Kita bisa, dan proficiat untukmu : Marie Ferren Tika, Evensius Kalan Pati, Michael Triwahyu P, Juan Daniel dan Marviana Rosa Sate Ujan yang mewakili teman-teman dari SMK Fransiskus 1. Pax et Bonum.

Kontributor: Sdr. Damas Udjan, OFM (SMK Fransiskus 1-Jakarta)

IMG_1478 [3011803]
IMG_1548 [3011804]
IMG_1717 [3011805]
IMG_1728 [3011806]
IMG_1735 [3011807]
IMG_20160307_195120 [3011808]
IMG_20160307_195125 [3011809]
IMG_20160307_195137 [3011810]
IMG-20160305-WA0012 [3011811]
IMG-20160306-WA0007 [3011813]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − five =