Bukalah Pintu Gerbang Kemenangan


Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru Sekolah Santo Fransiskus Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung dengan nuansa yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada hari ketiga pelaksanaan MPLS, Rabu (15/7/2026), yang mengusung tema “Bukalah Pintu Gerbang Kemenangan”, para murid baru bersama seluruh warga Sekolah Santo Fransiskus memperoleh kesempatan istimewa untuk bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Di tengah padatnya agenda kerja, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah berkenan mengunjungi Sekolah Santo Fransiskus. Kunjungan tersebut terlaksana atas inisiatif Ketua Yayasan Santo Fransiskus, Dr. Vinsensius Darmin Mbula, OFM, yang secara langsung menyampaikan undangan kepada beliau. Kehadiran Mendikdasmen menjadi momen berharga dalam rangkaian kegiatan MPLS tahun ini. Selain memberikan semangat kepada para murid baru yang tengah memulai perjalanan pendidikan di lingkungan Sekolah Santo Fransiskus, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya sekolah dalam membangun budaya pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., tiba di Kampus Sekolah Santo Fransiskus Kramat sekitar pukul 08.00 WIB didampingi para ajudannya. Kedatangan beliau disambut hangat dan penuh antusias oleh seluruh warga Sekolah Santo Fransiskus. Suasana penyambutan semakin semarak ketika para murid, pendidik, dan tenaga kependidikan menyanyikan lagu Hari Baru, karya Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dengan penuh antusias, mereka menyambut dan berkesempatan berjabat tangan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Momen istimewa tersebut juga dihadiri oleh para orang tua murid yang turut diperkenankan mengikuti rangkaian penyambutan, sehingga menambah makna kebersamaan dalam peristiwa bersejarah bagi keluarga besar Sekolah Santo Fransiskus.
Usai penyambutan di gerbang sekolah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., kemudian diantar menuju aula utama dengan diiringi seluruh warga Sekolah Santo Fransiskus. Sepanjang perjalanan menuju aula, suasana hangat dan penuh antusias terus terasa melalui sambutan meriah dari para murid, pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah secara khusus menyapa para peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Di hadapan para murid baru, beliau menyampaikan rasa gembiranya dapat bertemu dan menyapa mereka secara langsung. Menurut beliau, para murid baru merupakan generasi penerus bangsa yang kelak akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, beliau mengajak mereka untuk mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, membangun karakter yang baik, serta mempersiapkan diri menjadi insan yang berilmu, berintegritas, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., juga menegaskan pentingnya peran sekolah swasta dalam memajukan pendidikan nasional. Menurut beliau, sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah yang selama ini turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Beliau juga mengapresiasi nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas sekolah-sekolah Katolik. Menurutnya, makna kata katolik yang berarti universal hendaknya tercermin dalam praktik pendidikan yang mendorong terwujudnya persahabatan universal, yakni sikap yang inklusif, terbuka, dan menghargai keberagaman tanpa sekat-sekat pemisah.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menyinggung motto Sekolah Santo Fransiskus, Pax et Bonum (Damai dan Kebaikan). Menurut beliau, semangat yang terkandung dalam motto tersebut sejalan dengan konsep rahmatan lil ‘alamin dalam ajaran Islam, yang menekankan nilai kasih sayang, kebaikan, dan kebermanfaatan bagi seluruh alam semesta. Kesamaan nilai tersebut, lanjut beliau, menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.

Usai menyampaikan sambutan, rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Sekolah Santo Fransiskus sebagai ungkapan terima kasih dan kenang-kenangan kepada Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Salah satu cenderamata yang diberikan berupa lukisan potret Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah hasil karya seorang siswi kelas V SDS Santo Fransiskus.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Santo Fransiskus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyerahkan bantuan dana kepada pihak sekolah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, para murid, pendidik, tenaga kependidikan, serta jajaran pimpinan Sekolah Santo Fransiskus. Sekitar pukul 09.15 WIB, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., beserta rombongan meninggalkan Kampus Sekolah Santo Fransiskus Kramat, menandai berakhirnya kunjungan yang menjadi momen bersejarah dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *