Webinar – Berjalan dalam Pedagogi Fransiskan

Pada hari Sabtu, 8 Januari 2022 pkl. 17.00 WIB, Sekolah Regina Pacis Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Santo Fransiskus Jakarta mengadakan webinar secara live streaming di channel
Youtube Fransiskus. Webinar ini diadakan sebagai respon positif terhadap rencana Dinas Pendidikan untuk menyusun Kurikulum. Sebagai MC dari webinar ini adalah Ibu Evy Anggraeny dari Regina Pacis Jakarta. Topik webinar kali ini adalah “Pedagogi Fransiskan dan Pemahaman Fransiskan tentang Sekolah”. Kegiatan diawali dengan doa bersama dipimpin oleh Pater Mateus, OFM. Dan dilanjutkan dengan sapaan dari perwakilan panitia yaitu Sr. Maria Goreti Dwiatmi Riantini, MMM. Suster Tini berharap dengan webinar ini kita diajak menimba pengalaman dari seorang Fransiskan. Semoga mampu meyemangati kita semua dalam kehidupan sebagai pendidik Fransiskan yang bercirikan hati yang damai dan rendah hati, serta berjiwa gembira.

Narasumber yang luar biasa dihadirkan pada kesempatan ini adalah Bruder Joaquin Echeverry, OFM (Converence of Central America, Caribben and Mexico) yang berdomisili di Roma. Translater: Advent Tambun (Pengajar Bahasa Spanyol). Moderator webinar ini adalah Pater Mateus Batubara, OFM (Ketua Yayasan Santo Fransiskus Jakarta. Bruder Joaquin sang narasumber ini telah berkarya di bidang pastoral pendidikan/persekolahan. Beliau menegaskan bahwa pendidikan adalah panggilan hidup, sebuah misi/panggilan. Pendidikan bisa digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan ajaran Yesus Kristus. Pendidkan adalah sebuah jalan, sebuah perjalanan yang dibangun bersama dalam institusi pendidikan. Ada sebuah ungkapan “tidak ada yang mengajari siapa, tetapi kita semua saling mengajari. Seperti anak baru lahir, dia belajar untuk berangkak, dia belajar untuk belajar, dia belajar untuk mempertahankan hidup.

Bruder Joaquin akan sharing tentang pengalaman beliau yang selama 35 tahun berkecimpung di persekolahan Fransiskan. Apakah itu pendidikan pedagogi Fransiskan? Prinsip-prinsip Pedagogi Fransiskan mengedepankan “Keutamaan pribadi” artinya setiap individu layak mendapat respek. Pengembangan inisiatif individu. Hubungan dialogis persaudaraan. Dan yang perlu kita berdayakan adalah kehidupan sebagai pendidik Fransiskan yang bercirikan hati yang damai, rendah hati serta berjiwa gembira. Hidup persaudaraan dinyatakan dalam kemampuan untuk hidup dengan orang lain sebagai saudara, untuk merangkul keluarga besar Fransiskan dan untuk berada dalam perdaudaraan dengan semua agama dan budaya.

Kita diharapkan memiliki kemampuan untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang positif dengan pria dan wanita, memiliki keterbukaan dan penerimaan terhadap nilai, kemampuan untuk menerima, hidup berdialog dan bekerja dengan orang lain bahkan dari budaya yang berbeda. Mampu menumbuhkan semangat kenabian, misionaris, dan ekumanis. Bruder memberi contoh konkret dalam mengajar. Konsentrasi pendidkan ada pada anak, ada pada individunya.

Kita sebagai pendidik akan menyemaikan bibit pada mereka. Tentu saja akan bertumbuh, menyerap dari berbagai sumber yang ada. Jadi tugas kita saat ini adalah membentuk manusia, tidak memberikan pengetahuan semata. Dan yang tidak kalah penting adalah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang bermasalah. Pendidik bertemu dengan peserta didik, lihat dan dengarkan mereka. Pendidik bukanlah superior tetapi membantu peserta didik untuk menemukan dirinya.

Sungguh sangat bermanfaat dan menarik sharing pengalaman Bruder Joaquin. Beliau menaggapi pertanyaan dari peserta yang antusias ingin tahu lebih banyak, ingin menggali pengalaman lewat Bruder. Jawaban-jawaban dengan contoh konkret, contoh yang tegas, dan nyata kita hadapi di peran kita sebagai pendidik. Jadi yang sangat penting kita pendidik yang bersemangat Fransiskus, mendekati mereka dengan hati, menyapa, dan mendengarkan mereka.

Semoga sharing pengalaman dari Bruder Joaquin kali ini mampu menyemangati kita dalam kancah pelayanan di dunia pendidikan. Pendidikan Fransiskan adalah pendidikan yang didasarkan pada hati. Pendidikan yang eksterensial, mengalami dan holistik (menyeluruh), serta ada nilai-nilai humasnis yang akan dikembangkan. Pendidikan yang didominasi oleh kasih dan cinta. Guru yang mampu mencari siswanya yang hilang, menemukan, dan mendampingi mereka. Itulah benang merah dari Pater Mateus sebagai Moderator webinar kali ini .

Kontributor : Iviginea Ida Rahayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =