Webinar 10 Keutamaan Santo Fransiskus Assisi

Kasih kepada Allah   Kegembiraan
Damai dan Kebaikan Kepekaan Ekologis
Kerendahan Hati Menghargai Perbedaan
Minoritas Simplisitas
Persaudaraan Kejujuran

Pada hari Kamis, 27 Januari 2022 pkl. 16.00 Yayasan Santo Fransisikus Jakarta kembali menyelenggarakan Webinar dengan topik : Sepuluh Keutamaan/Nilai Santo Fransiskus Assisi. Webinar ini lanjutan dari webinar sebelumnya yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 8 Januari 2022. Sebagai narasumber adalah Br. Joaquin Echeverry, OFM. Sebagai penerjemah bahasa Bapak Advent Tambun, seorang pengajar Bahasa Spanyol. Moderator webinar kali ini adalah Pater Mateus L. Batubara, OFM (Ketua Yayasan Santo Fransiskus Jakarta).

Br. Joaquin dalam paparannya kembali menekankan bahwa ciri sekolah Fransiskan adalah membawa kabar gembira ke dalam sekolah/ evangelisasi di sekolah. Suka cita dan kegembiraan harus terpancar di setiap kegiatan dan di setiap sudut sekolah. Suasana sekolah yang bercirikan Kristen Katolik tetapi tetap memberikan respek kepada sesama yang tidak seagama (menghargai perbedaan). Sekolah Katolik itu harus secara permanen, terus-menerus memperlihatkan pertemuan dengan Tuhan (Kasih pada Allah), terwujud dalam pertemuan kita dengan sesama/interpersonal, melihat Tuhan dalam sesama. Terutama sesama yang mengalami kesulitan.

Bruder menyampaikan ada 4 cara hubungan kita dengan Tuhan. Pertama, hubungan kita dengan Tuhan. Kedua, hubungan kita dengan orang lain. Ketiga, hubungan kita dengan diri sendiri.  Dan yang keempat adalah hubungan kita dengan alam. Kita sebagai pendidik diharapkan memberikan motivasi, stimulus kepada para peserta didik, memberikan kebaikan, kasih sayang karena mendidik harus lahir dari hati.

Tugas pendidik tidak semata mengajar tetapi membentuk seseorang menjadi manusia. Seorang pendidik harus rendah hati, tetap meyakini bahwa dengan peserta didik kita dapat saling belajar. Tidak ada kita mengajar siapa tetapi kita saling belajar dalam suasana persaudaraan. Sekali lagi Bruder menekankan bahwa sekolah Fransiskan adalah sekolah yang berciri saling berbagi pengetahuan satu dengan yang lain. Seorang pendidik harus menilai dan mempersiapkan kelas dengan jujur. Salah satu ciri sekolah Fransiskan adalah mampu menunjukkan kepekaan terhadap alam/lingkungan. Seorang pendidik harus fleksibel, bisa berubah bisa berkembang, dan mampu mencari alternatif pemikiran dan perubahan. Seorang pendidik tidak akan diingat apa yang diajarkan tetapi bagaimana mengajar.

Dalam sessi tanya jawab terlihat antusias peserta webinar baik yang di ruang zoom maupun di channel Youtube. Dari berbagai pertanyaan, sharing, dan tanggapan yang muncul dapat ditarik kesimpulan bahwa kita sebagai pendidik harus mempunya sikap mau berbagi, harus mampu memberikan stimulus, memiliki sikap positif, dan bersedia berbagi kegembiraan dengan peserta didik. Banyak trik mengajar agar menarik, tetap ceria, dan semangat dalam belajar, misalnya memulai atau diselingi dengan salam dan cerita lucu. Mendidik berarti memberikan kebebasan kepada mereka untuk berkembang. Peran pendidik di sekolah adalah menjadi pendampin, membantu orang tua tetapi bukan mengambil alih peran orang tua. Dengan kata lain pendidik dan orang tua harus mampu bekerja sama secara utuh dengan peran masing-masing tetapi dengan tujuan yang sama. Dlam mendidik kita harus meneladan Tuhan kita Yesusu Kristus dan Santo Fransiskus Assisi. Sharing pengalaman dalam webinar ini sungguh sangat bermanfaat bagi peserta. Semoga Tuhan memberkati niat-niat baik kita. Amin.   Salam Pax et Bonum

Kontributor : Iviginea Ida Rahayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =