Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Manusia Lain

Dalam rangka memeriahkan hari raya wafatnya St. Fransiskus dari Asisi, sekaligus ulang tahun Yayasan St. Fransiskus Asisi yang ke-56 pada 4 Oktober 2021, segenap entitas di Yayasan St. Fransiskus menggelar beberapa acara besar. Adapun keempat acara besar yang dimaksud ialah perayaan Ekaristi offline yang disiarkan pula secara virtual melalui kanal youtube Yayasan St. Fransiskus, pentas seni virtual, pengumuman hasil perlombaan dalam rangka The feast of St. Francis, dan kegiatan “Makan Siang Fransiskus” melalui pembagian makanan kepada para pemulung dan tukang ojek online dan konvesional di sekitaran wilayah Yayasan St. Fransiskus. Ke-4 acara besar tersebut berlandaskan tema “Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Manusia Lain.” Tema ini bukan tidak mungkin bersumber pada ungkapan Yesus sendiri “Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Matius 20:28). Inspirasi Kristologis-biblis tersebut serentak menghadirkan tuntutan agar setiap orang menjadi saudara bagi yang lain.

Berikut ini akan dipaparkan secara garis besar rangkaian ke-4 acara tersebut. Pertama, perayaan Ekaristi offline yang disiarkan pula secara virtual pada pkl. 08.00-10.00 WIB. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Minister Provinsi OFM St. Mikael Malaikat Agung Indonesia, Sdr. Mikael Peruhe, OFM didampingi oleh Ketua Yayasan St. Fransiskus, Sdr. Mateus Batubara, serta dua konselebran lainnya, yakni Sdr. John Tukan, OFM dan Sdr. Yornes Panggur, OFM. Dalam khotbahnya, Sdr. Mikael Peruhe, OFM dengan berkaca pada pengalaman St. Fransiskus atas ‘panggilan’ salib San Damiano, mengajak para pendengar untuk “berani merawat narasi St. Fransiskus di zaman ini melalui penyerahan diri pada Tuhan tatkala keputusan dan kebimbangan melanda manusia.” Ajakan ini urgen sebab tidak sedikit orang jatuh dalam keputusasaan dan kematian rohani persis ketika orang jauh dari Tuhannya.

Kedua, pentas seni virtual pada pkl.10.00-12.30 WIB yang disiarkan melalui kanal youtube Yayasan St. Fransiskus. Acara ini dipandu (sebagai Master of Ceremony) oleh Ibu Lidia dan Pak Thomas. Acara ini diisi dengan berbagai tampilan video mata acara oleh segenap entitas persekolahan di bawah naungan Yayasan St. Fransiskus, mulai dari TK, SD, SMP, SMA-SMK, hingga guru dan para staf sekolah dan yayasan lainnya. Pada bagian akhir acara, diumumkan berbagai hasil perlombaan internal dalam rangka The Feast of St. Francis. Adapun jenis perlombaan yang diselenggarakan antara lain, mewarnai untuk kategori TK dan SD, pidato bahasa Inggris (English Speech) untuk kategori SMA-SMK, vokal solo kategori TK, SD, SMA-SMK, deklamasi dan puisi kategori TK dan SD, dan video kreatif kategori SMA-SMK.

Ketiga, kegiatan “Makan Siang Fransiskus.” Kegiatan ini merupakan suatu kontinuitas dari kegiatan rutin pembagian makanan pada hari Kamis dalam setiap pekan. Perbedaannya ialah apabila makanan yang dibagikan pada hari kamis dalam setiap pekan berjumlah 20 bungkus dan hanya menyasar tukang ojek konvesional, kali ini istimewa, yakni berjumlah 400 yang didesain pula menjadi nasi kotak dan menyasar para pemulung dan tukang ojek konvesional dan online. Total 200 nasi kotak didistribusikan di SMA-SMK Fransiskus Kampung Ambon, Jakarta Timur, dan 200 nasi kotak lainnya didistribusikan di sekitaran wilayah Yayasan St. Fransiskus, Sentiong, Jakarta Pusat. Adapun distributor nasi kotak ini adalah beberapa siswa SMP dan SMA Fransiskus, guru dan karyawan Fransiskus, dan beberapa frater OFM. Nasi kotak ini juga didukung dan merupakan persembahan kasih dari Ibu Chandra dari “Oemah Resto,” Cempaka Putih.

Pada akhirnya, menarik untuk mengutip doa yang diajarkan Kristus kepada kita “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” (Matius 6:11). Pernyataan doa Yesus ini pun diterjemahkan Ibu Eldis, salah seorang pegawai Yayasan St. Fransiskus, demikian, “Tuhan selalu ‘turun tangan’ dalam kehidupan kita melalui diri kita masing-masing dan orang-orang di sekitar kita. Seberapa buruk diri kita, tidak selalu buruk di mata Tuhan. Toh, kita selalu menjadi penyalur kasih-Nya.” Ringkasnya, selamat menjadi Fransiskus-Fransiska di zaman ini!!!

Kontributor: Sdr. Epang Danggur, OFM       

Video slideshow:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =