Perayaan Syukur 6 Dekade Yayasan Santo Fransiskus
- Tanggal 17 Oct 2025

Enam Dekade Menyala: Bersama Memandang Arah yang Sama. Itulah tema perayaan ulang tahun ke-60 Yayasan Santo Fransikus Jakarta, pada Jumat, 10 Oktober 2025. Perayaan yang bertempat di Ballroom Vincentius Putra, Kramat Raya ini berlangsung begitu meriah.
Perayaan ini dawali dengan misa syukur yang dipersembahkan oleh tiga pastor Fransiskan, yaitu Romo Agustinus Laurensius Nggame, OFM selaku Selebran Utama, Romo Mateus Batubara, OFM dan Romo Yohanes Boli Tukan, OFM selaku Konselebran.
Dalam homilinya, Romo Agustinus Laurensius Nggame, OFM (biasa disampa Romo Gusti), menyampaikan beberapa makna penting perayaan ini. Pertama, Fransiskus Asisi, suatu ketika mendengar suara Tuhan (Yesus), ‘’Fransiskus, perbaikilah rumahku yang nyaris roboh’’ . Rumah yang dimaksudkan oleh Yesus, bukanlah rumah sebagai bangunan gereja. Rumah yang dimaksud adalah diri Fransiskus Asisi sendiri. Yesus menghendaki adanya pertobatan; pertobatan dari kebiasaan lama. Fransiskus diharapkan melakukan pembaharuan hidup yang konkret, memperharaui diri dan memperbaharui dunia, tempat kita berada agar menjadi lebih baik.
Kedua, Romo Gusti memaknai tema “Enam Dekade Menyala: Bersama Memandang Arah yang Sama’.
Enam Dekade Menyala
Enam dekade menyala menunjukkan bahwa dalam perjalanan karya pendidikan, yayasan Santo Fransiskus tidak hanya eksis, tetapi sudah memberikan dampak yang luar biasa. Yayasan sudah membagikan sumbangan yang sangat positif, sangat signifikan. Banyak orang sudah mengenyam pendidikan di unit-unit sekolah. Banyak lulusan yang sudah menjadi orang-orang hebat, yang berguna bagi masyarakat dan gereja. Semuanya ini tidak terlepas dari dedikasi para guru dan staf, baik yang sedang aktif maupun yang sudah pensiun. Mereka menjadi saksi sejarah perjalan 60 tahun. Murid-murid datang dan pergi; saudara-saudara OFM setelah 3 sampai enam tahun berkarya lalu pergi. Guru-guru tetap setia, berada, menjadi saksi sejarah.
Romos Gusti juga menegaskan bahwa selain keberhasilan, ada juga kekurangan dan kesalahan. Kita dengan rendah hati menyadari kesalahan dan kekurangan kita. Ini adalah awal yang baik untuk memulai perubahan; memiliki keterbukaan untuk berkembang, untuk meng-upgrade dan meng-update diri. Kuncinnya adalah kerendahan hati. 60 tahun menjadi awal untuk memperbaharui diri, memperbaharui segala sesuatu di lingkungan sekolah. Hendaknya kita tidak merasa puas dengan apa yang telah dicapai, tetapi terus-menerus meningkatkan kinerga, memeperharui diri, seperti kata Santo Fransiskus Asisi, ‘’Mari kita mulai lagi, karena kita belum berbuat apa-apa’’
Bersama Memandang Arah yang Sama
Bersama memandang arah yang sama dimaknai sebagai berjalan bersama-sama dengan bertumpu pada visi dan misi yayasan, visi dan misi setiap unit. Saudara Fransiskan, guru dan staf, siswa, orangtua dan stakehoulder bersama-sama bekerja sama memabangun yayasan, persekolahan. Mari satukan tekad, satukan segenap kemampuan, talenta untuk membangun persekolahan Fransiskus dengan tetat berpegang pada semboyan, ‘’Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh’’.
Pesan menarik disampaikan oleh Romo Gusti dan Romo Mateus dalam kesempatan penyampaian sambutan. Romo Gusti yang saat ini menjadi Minister Provinsi OFM Indonesia, juga sebagai Pembina Yasasan Santo Fransiskus ini berharap agar sekolah menjadi rumah kita bersama. Rumah dimana kita diterima dan dihargai. Tempat penanaman cinta kasih, karakter Pancasilais, nilai Kristiani dan nilai Fransiskan.
Sebagai Ketua Yayasan, Romo Mateus menyampaikan profisiat kepada keluarga besar Yayasan Santo Fransiskus atas ulang tahun yang ke 60 ini. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung perayaan ini. Pada kesempatan ini juga Romo Mateus meluncurkan buku berjudul Enam Dekade Menyala: Mozaik Kisah Cahaya, Suara, Nilai, dan Harapan. Buku bunga rampai ini ditulis oleh perwakilan guru, karyawan, siswa, dan orangtua murid. Mereka adalah:
- M. Leonie, AK (Kepala Sekolah TK Santo Fransiskus)
- Paulus Tain Tukan, S. Pd. (Guru Bahasa Indonesia & Kepala SMK Fransiskus 1)
- Yohanes Boli Tukan, OFM (Kepala SMP Fransiskus 1)
- Tuty, S. Pd. (Guru PKN)
- Samuel Rumapea, M.Pd. (Guru Ekonomi & Akuntansi)
- Maria Loretha (Penggerak Petani di Flores & Kepulauan)
- Fransisca Dewi H.I., S. Psi. (Ibu Rumah Tangga)
- Mario Droste, OFM
- Evanro Danggur, OFM
- Jesika Diah Agustin (Pelajar)
- Johanes B. Rachmat Simamora, OFM (Biarawan Fransiskan & Kepala SMA Fransiskus 2)
- Damianus Baha Tapun, S. Pd. (Guru IPS, Geografi)
- Titus Angga Restuaji, OFM (Bag. Kurikulum Yayasan Santo Fransiskus)
- Fransiskus Regis Flavianus Meo, S. Pd. (Guru Sejarah)
- Mateus L. Batubara, OFM (Ketua Yayasan Santo Fransiskus Jakarta).
Setelah liturgi ekaristi syukur, dilanjutkan dengan pentas seni. Beragam seni ditampilkan oleh setiap unit, mulai dari unit TK, SD, SMP, SMA 1, SMA 2, SMK 1, dan SMK 2. Bentuk seni kreatif dan kolaboratif yang dipersembahkan seperti, tarian tradisional dan modern, pembacaan puisi, band, dan vokal grup.
Selamat Ulang Tahun ke-60 Yayasan Santo Fransiskus Jakarta. Salam Pax et Bonum.
*) Paulus Tain Tukan, Guru dan Kepala SMK Fransiskus 1
Berita
- Konsumsi Pangan Nusantara untuk Indonesia yang Lebih Sehat
- Hari Pangan Sedunia 2025 di Sekolah Fransiskus Unit Kramat
- Perayaan Syukur 6 Dekade Yayasan Santo Fransiskus
- SK Kelulusan SMA Fransiskus 1 – 2025
- Graduation SMP Fransiskus Kramat 2024
- Implementasi Kurikulum Merdeka
- Stop Human Trafficking and Violence Action!
- Masak Memasak di SMA Fransiskus Kramat
Riwayat St. Fransiskus Asisi
Pengunjung
- 43
- 34
- 614
- 3,155
- 50,339


Bagus Pak Paul.
Tulisan Bapak menyadarkan saya tentang makna 6 dekade Yayasan St. Fransiskus. Peringatan bukan sekedar pesta lalu selesai, tapi melihat kembali apa yang sudah kita capai dan memulai kembali untuk karya kedepan..
Salam dan sukses selalu, selamat berkarya.
semangaattt fransiskus, jaya jaya jaya!!