Jumat Berbagi

Pada era sekarang ini anak-anak perlu dikenalkan bahkan diajarkan mengenai kepedulian sosial. Hal ini bertujuan agar pada suatu saat nanti anak mempunyai kepekaan terhadap orang yang membutuhkan. Dengan dikenalkan sifat kepedulian tentunya anak akan mengenal dan memahami arti penting dari kepedulian terhadap sesama karena itu akan bermanfaat bagi anak-anak tersebut pada khususnya dan pada bangsa dan negara manakala itu diajarkan secara serius.

Kepedulian sosial adalah sebuah sikap yang selalu berupaya untuk bisa memberikan bantuan kepada orang lain atau masyarakat yang membutuhkan. Karakter kepedulian sosial ini merupakan sebuah wujud kegiatan untuk dapat meningkatkan nilai-nilai sosial dalam diri kita, terutama dalam lingkungan sekolah. Sekolah merupakan tempat belajar yang tidak hanya berfokus untuk meningkatkan kemampuan akademik saja, melainkan juga membantu anak untuk mengembangkan rasa emosi, berbudaya, bermoral, dan juga nilai sosial.

Salah satu cara yang dapat dilakukan sekolah untuk dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial bagi peserta didik adalah dengan mengadakan kegiatan sosial. Selain dari itu, sekolah juga dapat mengadakan program bakti sosial dengan melibatkan siswa  dalam berbagai kegiatan membantu masyarakat sekitar.

Dalam rangka menumbuhkan rasa kepedulian para siswa, pada hari Jumat, 8 Desember 2023 SMP St. Fransiskus I bekerja sama dengan Komite mengadakan kegiatan Jumat Berbagi. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk membagikan menu makan siang kepada saudara-saudari yang sangat membutuhkan. Karena semua bahan diolah di sekolah, maka sekaligus mengajarkan anak-anak untuk memotong, meramu bumbu, menumis, bahkan menggoreng.

Berikut adalah kegiatan Jumat berbagi yang terekam dalam gambar.

Gambar 1

Gambar tersebut memperlihatkan bagaimana antusiasme anak-anak untuk menyiapkan bahan mentah agar siap diolah. Mereka belajar mencuci sayuran, mengupas, dan mengiris. Semua yang dilakukan harus dengan fokus agar cepat dan sesuai yang diharapkan. Untuk selanjutnya setelah semua bahan telah selesai disiapkan barulah dimasak.

Gambar 2

Pada tahap ini anak-anak belajar menyalakan kompor (kami menggunakan kompor portable). Ada juga yang belajar menumis bumbu, menggoreng tempe, dan mengaduk sayuran dalam wajan.

Gambar 3.  Belajar membuat telur dadar.

Mengadakan acara seperti ini dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial dikarenakan siswa dapat bertemu dan terlibat langsung dalam acara kegiatan sosial ini. Penting untuk melibatkan siswa secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.

Gambar 4.

Gambar berikut memperlihatkan bagaimana mereka belajar mengemas menu yang sudah matang. Belajar membagi bahan yang tersedia dengan tempat yang disediakan.

Gambar 5.

Akhirnya dengan semangat tinggi mereka menunggu sesama  yang akan menikmati masakan bersama. Satu demi satu mereka menyerahkan dengan santun kepada orang-orang yang datang. Terpancar keceriaan di wajah pemberi dan penerima kotak berisi nasi dan lauk pauk.

Gambar 6.

Dengan kegiatan sederhana ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain. Karakter peduli sosial ini dibutuhkan peserta didik sebagai bekal untuk hidup di lingkungan sosialnya. Sedangkan unsur sosial yang terpenting yaitu interaksi di antara manusia (S. Nasution, 1983: 14).

Tentunya kegiatan ini hanya salah satu dari beberapa program sekolah dalam upaya menumbuhkembangkan kepedulian peserta didik kepada sesama yang membutuhkan. Sebagai pernyataan akhir yang bisa ditarik benang merah bahwasannya sekolah sebagai penyelenggara pendidikan memiliki potensi untuk memberikan pendidikan nilai kepedulian sosial melalui guru dan seluruh penyangga kepentingan sekolah. Penanaman nilai dapat diintegrasikan pada setiap mata pelajaran supaya nilai benar-benar terinternalisasi pada siswa. Guru menjadi faktor utama dalam pengintegrasian nilai-nilai di sekolah. Hal itu juga mengejawantahan salah satu nilai yang diajarkan oleh Santo Fransiskus yaitu ‘Damai dan kebaikan’ dan juga ‘Kerendahan hati’.

Salam Pax et Bonum

 

One Response so far.

  1. Boleh kerja sama dengan salah satu sekolah katolik di Kosambi Baru, SMP dan SMA Santo Leo 2, terima kasih kak, Tuhan Yesus memberkati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − 7 =