Home » Sejarah

Sejarah

Sekitar setahun setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai sebuah negara yang bebas dan berdaulat, suhu politik masih belum menentu. Hal tersebut membawa pengaruh dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan yang berbau kolonial terseret dalam percaturan politik. Akibatnya banyak murid pada jaman itu mengalami drop-out.

Para misionaris Fransiskan yang berdomisili di Jalan Kramat Raya No. 134 tergerak hatinya untuk berusaha membawa mereka keluar dari kesulitan dan ketidakpastian, menuju ke alam kebebasan yang penuh harapan dan masa depan. Melalui berbagai rintangan, para misionaris berhasil menampung mereka yang putus sekolah untuk diberikan pendidikan lebih lanjut. Tempat pendidikan itu diberi nama “Sekolah Pool”, sesuai dengan cara mengumpulkan murid-muridnya. Sekolah Pool milik Paroki Kramat dan berkedudukan di Jl. Kramat Raya No. 134. Para siswa terdiri dari putera dan puteri. Bahasa pengantar dipergunakan bahasa Belanda. Sekolah mendapatkan subsidi dari Pemerintah Republik Indonesia. Pelaksanaan pendidikan “Sekolah Pool” dipercayakan kepada Pater Ten Velde OFM, kemudian digantikan Sr. Sebastiana.

Pada tahun 1948 “Sekolah Pool” dibagi dua, menjadi SR Putera di Jl. Kramat Raya No. 162 (sekarang Pegadaian) dan SR Puteri tetap di Jl. Kramat Raya No. 134 dibawah pimpinan Sr. Regina, keduanya merupakan Sekolah Paroki Kramat. Untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak akan tempat pendidikan yang layak walaupun dengan hasil yang belum memenuhi syarat, tahun 1952/1953 dibangun gedung sekolah semi permanen di belakang aula paroki, Jl. Kramat Raya No. 6). Kepala Sekolah saat itu adalah Pater Ruijs OFM, yang kemudian digantikan Bapak Tan King Twan dan mulai tahun 1954 dipercayakan kepada Ibu V. Sutandar hingga tahun 1969.

Tahun 1965 berdiri 2 sekolah, yaitu SMP Fransiskus di Jl. Kramat Raya No. 67 dengan Kepala Sekolah Bapak M. Budiono, dan SMA Fransiskus di Jl. Kramat Raya No. 134 dengan Kepala Sekolah Bapak L. Mardiwarsito. Sekolah ini masuk siang menempati gedung SD Fransiskus II.

Bersamaan berdirinya kedua sekolah tersebut, dibentuk pula Yayasan Pendidikan Yayasan Fransiskus Paroki Kramat, tepatnya tanggal 28 September 1965. Pada tahun 1968 di Kampung Ambon, di atas tanah milik Paroki Kramat didirikan Taman Kanak-Kanak, SD Fransiskus III dan SMP Fransiskus II. TK ditangani oleh Ibu Baroto, SD dan SMP oleh Ibu Anton Setu. Selanjutnya SD dipercayakan kepada Sr. Lucia dari Kongregasi Suster-suster Fransiskanes Lampung.

Sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan perlunya tenaga yang terampil dan berpengalaman, dibukalah STM Fransiskus (siang) dengan pimpinan sekolah Bapak Drs. Rud. Soentjoko. Walaupun sekolah masuk siang, tetapi ternyata peminatnya cukup banyak. Bahkan ada kepercayaan dari perusahaan-perusahaan pemerintah dan swasta yang tiap tahun memesan tenaga dari sekolah tersebut sebelum tahun ajaran berakhir.

Sejak tahun 1975 STM Fransiskus hijrah ke Kampung Ambon Jakarta Timur menempati gedung baru dan masuk pagi. Sebagai Kepala Sekolah Bapak Drs. Rud. Soentjoko digantikan Bapak Purnomohadi. Pada tahun 1971 gedung sekolah di komplek Jl. Kramat Raya No. 67 dirombak total digantikan dengan gedung permanen dan bertingkat.
Pada tahun itu juga, SMP Nasional PSKI diserahkan ke Yayasan Fransiskus, menjadi SMP Fransiskus III, dengan Kepala Sekolah Bapak JD. Fernandez sampai sekarang. Akhir tahun 1972, Yayasan STRADA menyerahkan SD St. Yusup di Jl. Kramat Sentiong L. 48 (Kawi-Kawi Bawah) kepada Paroki Kramat yang kemudian menyerahkannya kepada Yayasan Fransiskus untuk dikelola. Yayasan Fransiskus Bagian Pendidikan (Pater Sutoyo) menugaskan Bp. Ramidjo untuk menanganinya. Dengan memperbarui Surat Ijin, SD St. Yusup diganti namanya menjadi SD Fransiskus IV.Untuk lebih

memperluas kesempatan dan tempat bagi para siswa lulusan SMP pada tahun 1976 didirikan SMEA Fransiskus (siang) di gedung SMA Fransiskus Jl. Kramat Raya 67 dengan Pimpinan Sekolah Bp. Drs. Frans Ojan yang kemudian digantikan oleh Ibu Dra. J. Dian Anggraini sampai sekarang. Sedang di gedung STM Fransiskus Kampung Ambon pada siang hari dibuka kelas jauh SMA Fransiskus, yang kepemimpinannya dirangkap Bpk. P. Fransiskus Kampung Ambon berdiri sendiri dengan Kepala Sekolah Bpk. FX. Hardono.

Sesuai dengan keputusan Pemerintah agar masyarakat membuka sekolah Taman Kanak-Kanak sebanyak-banyaknya, maka Yayasan Fransiskus Bagian Pendidikan membuka TK baru di Komplek Jl. Kramat Raya 67 dengan Kepala Sekolah Sr. M. Fransisca dari Ordo ADSK, merangkap Kepala Sekolah SD Fransiskus 1.

Kini Yayasan Fransiskus Bagian Pendidikan mengelola 7 sekolah yang terbagi menjadi 2 lokasi :

A. Jl. Kramat Raya No. 67, Jakarta Pusat terdapat :

  • TK Santo Fransiskus
  • SD Santo Fransiskus 1
  • SMP Santo Fransiskus 1
  • SMA Santo Fransiskus 1
  • SMK Santo Fransiskus 2

B. Jl. Bangunan Barat No. 29, Jakarta Timur terdapat :

  • SMA Santo Fransiskus 2
  • SMK Santo Fransiskus 1

Demikianlah sejarah singkat Yayasan Santo Fransiskus dalam tugasnya mengemban panggilannya untuk ikut memajukan bangsa, sesuai dengan program pemerintah dalam mencapai tujuan Pendidikan Nasional.

Gedung Sekolah Unit Kramat Raya

Gedung Sekolah Unit Kramat Raya

Gedung sekolah unit Kampung Ambon

Gedung Sekolah Unit Kampung Ambon